Makin Murah, Pemerintah Turunkan Tarif Telpon Antar Operator

Makin Murah, Pemerintah Turunkan Tarif Telpon Antar Operator

xl axiataSebelumnya diketahui pemerintah berencana akan menurunkan biaya interkoneksi. Rencana ini pun disambut baik oleh Operator telekomunikasi seluler PT XL Axiata (XL).

Anak asuhan grup Axiata itu lanytas berharap agar nantinya perurunan yang nanti diputuskan oleh pemerintah bisa mencapai hingga 40 persen.

Seperti diketahui biaya interkoneksi merupakan komponen yang harus dibayarkan oleh orator ke oprator lainnya yang menjadi tujuan panggilan penggunanya. Saat ini permenitnya biaya tersebut dipatok seharga Rp 250. Sementara itu pemerintah berencana akan menurunkannya lebih dari 10 persennya.

“Interkoneksi turun 10 persen? Harapan kita malah bisa lebih jauh dari itu ya. Harusnya turun lebih banyak. Kan dari dulu harapan kami bisa turun 40 persen,” kata hief Executive Officer XL Dian Siswarini, Jumat (18/3/2016).

Lebih lanjut Dian mengatakan jika penurunan biaya interkoneksi ini dapat membuat tarif telepon off-net atau antar operator lain semakin murah. Meski demikian nantinya soal berapa besarnya akan bergantung pada keputusan masing-masing dari pihak penyedia layanan telekomunikasi.

Selain itu kebijakan pemerintah tersebut diharapkan memberikan keuntungan lain bagi para orator serta biaya promosi. Apabila trunnya biaya intrkoneksi itu siknifikan kemungkinan pihaknya menurut Dian akan menerapkan strategi bundling harga, yakni menerapka satu tarif patokan untuk panggilan on-net maupun off-net.

“Tarif ritel nanti kan tergantung operatornya, apakah dia ingin untuk berapa atau rugi berapa. Tarif ritel ini bisa di-bundling dan kompetitif,” imbuh Dian.

Menurut Dian, keuntungan lain yang akan didapat oleh oprator saat penurunan biaya itu terwujut ialah mendapatkan pelanggan yang lebih loyal. Ia memprediksikan pengguna yang kerap gonta ganti kartu SIM demi mengenar telepon on-net maka kemungkina mereka tidak akan berganti lagi.

Pengguna dipastikan akan memilih tetap menggunakan satu nomor telepon saja karena tarif jadi flat.

Hingga saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sendiri masih belum selesai merumuskan penurunan biaya interkoneksi tersebut, rencanyanya pada bulan April nanti Menkominfo Rudiantara akan merilis peraturan tersebut. (tribunnews.com)