Ada Pulau di Batam Hanya Dihuni 4 Kepala Keluarga

Ada Pulau di Batam Hanya Dihuni 4 Kepala Keluarga

Pulau Pelampong Batam

Satu dari sekian banyak pulau terluar yang dimiliki oleh Kota Batam, Kepulauan Riau, adalah Pulau Pelampong. Pulau itu sudah masuk wilayah Kecamatan Belakang Padang dan berbatasan langsung dengan negara tetangga, yaitu Singapura.

Berada diantara palabuhan internasional dan negara maju, bukan pulau tersebut sesak penduduk. Justru sebalaiknya, sepi sekali, karena Pulau Pelampong hanya dihuni oleh 4 kepala keluarga saja. Jika dari Batam ingin menapakan kaki ke pulau itu, dibutuhkan beberapa jam dari pelabuhan penyeberangan di Sekupang, Batam. Tapi, anda harus tahu, bahwa menuju ke pulau tersebut tidak ada angkutan laut reguler.

Yusfa Hendri selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, berencana ingin mengembangkan Pulau Pelampong menjadi salah satu destinasi wisata untuk menarik wisatawan luar negeri. Pulau tersebut cukup indah dengan kekayaan terumbu karang yang dimilikinya.

Meski pulau tersebut sebelumnya tidak pernah dilirik untuk dikembangkan, tapi Pulau Pelampong sudah mercusuar setinggi 30 meter. Hingg saat ini masih belum ada TNI yang ditempatkan di pulau tersebut, sehingga pencurian oleh nelayan asing ikan di perairan pulau tersebut lebih sering terjadi.

Jika anda tertarik ingin datang ke pulau tersebut, sangat disarankan untuk menyewa boat atau pancung bermesin di Sekupang atau Belakang Padang. Masalah harga bisa dibicarakan, alias nego. Tapi kondisi cuaca juga bisa menentukan harga. Biasanya, harga sewa akan lebih mahal jika sudah memasuki musim utara atau angin kencang, karena ombak besar.

Nelayan di Pulau Pelampong ini biasanya kalau menjual ikan lebih sering ke Singapura. Mereka hanya sesekali pergi ke Kota Batam atau Belakang Padang untuk membeli logistik. Jadi bisa dikatakan, orang di pulau itu lebih familiar dengan Singapura ketimbang negara sendiri, bahkan Batam sekali pun.

Berdasarkan acuan batas yang telah diakui hukum internasional, Pulau Pelampong berada di koordinat 01 07’44” LU-103 41’58” BT. Pulau tersebut berada di titik dasar nomor TD 191 dan titik referensi nomor TR 191.

Pulau Pelampong cukup landai dan sejuk. Diantara bebatuan cadas ditumbuhi pohon kelapa yang mendominasi tumbuhan disana, lebih-lebih di bibir pantai. Sedikit tumbuhan seperti cemara dan ketapang. Minimnya pohon bakau di sekeliling pulau Pulau Pelampong untuk memecah ombak membuat pulau itu terus tergerus abrasi. Sehingga wilayah itu semakin lama semakin mengecil tergerus abrasi.

Terumbu karang disana pun juga mulai rusak, karena tidak adanya perawatan dan perhatian pemerintah. Bisa dikatakan, kerusakannya sudah mencapai 35 persen, yang disebabkan oleh hempasan ombak dari kapal yang lalu-lalang disekitar pulau teresbut, belum lagi kiriman limbah minyak yang dibuang kapal.

Suami Betah di Rumah 600




loading...